Dari Sahabat Menjadi Companion Bisnis

Meskipun standing kalian adalah sahabat, namun kalian harus pintar menempatkan posisi masing-masing di berbagai situasi. Ada kalanya kalian menempatkan diri sebagai sahabat atau menjadi rekan kerja. Dengan begitu kalian tidak hanya dapat bekerja secara lebih efektif, tapi juga dapat menjaga persahabatan kalian. Sebaiknya, sempatkan waktu untukquality timedengan sahabatmu sekedar untukhang outdan berdiskusi santai demi melepas kejenuhan kalian. Tapi setelah itu, kembalilah menjadi profesional ketika kalian sama-sama sedang mengurusi usaha.

Pastinya, hal tersebut akan sangat menguras finansial Anda yang seharusnya mencari untung di dalam penjualan atau bisnis yang dilakukan. Joint enterprise mungkin memiliki beberapa kesamaan dengan partnership, tetapi dua sistem ini tidak sama. Tunjukkan dan manfaatkan kekuatan dari masing-masing individu dalam kerjasama usaha akan menambah motivasi, energi dan meningkatkan peluang kesuksesan dalam jangka panjang. Buat catatan kekuatan pribadi Anda dan minta mitra untuk melakukan hal yang sama.

So, pastikan ketika kamu berbisnis dengan sahabat selalu perhatikan poin-poin di atas, dan tentunya memiliki perangkat gadget yang tepat untuk bisnis seperti Travelmate P249. Untuk merintis hal tersebut ada aturan yang harus diterapkan supaya kolaborasi ini terjalin dengan baik, spAcer. Empat ideas berikut ini dapat membantumu memulai bisnis bersama teman tanpa merusak tali persahabatanmu. Tetapkan peranan masing-masing dalam bisnis yang harus dijalankan sejak awal secara bersama-sama agar usaha tersebut berjalan dengan baik. Tentunya semua ini membutuhkan komunikasi yang baik secara berkesinambungan.

Membuat bisnis dengan parter

Hal ini perlu dilakukan secepat mungkin, agar mengetahui apakah Anda dan teman Anda merupakan pasangan yang tepat untuk membuka usaha bersama. Jika ternyata Anda berdua tidak sepaham, belum terlambat untuk membatalkan. Jangan sampai persahabatan rusak gara-gara usaha yang tidak berjalan sesuai rencana. Sedangkan mitra bisnis yang merupakan sahabat, akan tetap loyal meskipun perusahaan sedang dilanda keterpurukan.

Selain itu, kamu juga harus memperhitungkan konsekuensi atau sanksi yang bisa diberikan ketika partner-mu tidak memenuhi tugas atau kewajibannya. Kalau kamu tidak mau berbisnis dengan keluarga atau teman, kamu bisa mencari dari komunitasstartupyang kamu tahu. Kamu juga bisa bertanya ke orang-orang di sekitarmu tentang kriteriapartneryang kamu inginkan dan rekomendasi mereka.