Voc Berdiri 20 Maret 1602, Perusahaan Multinasional Pertama Di Dunia Yang Bangkrut Dengan Utang 137 Gulden

Sehingga hal ini membuat VOC seolah-olah seperti sebuah negara yang memiliki otonomi sendiri dalam melakukan sebuah tindakan. Tahun 1626 ditetapkan teori perdagangan terbuka dengan Pantai Coromandel yang merupakan usul dari JP. Tetapi untuk perdagangan yang bebas kepada swasta perseorangan di Jakarta dikeluarkan larangan pada tahun 1627. Untuk perdagangan di lingkungan sendiri yakni koloni-koloni dari Belanda ditentukan pada tahun 1630, dimana adanya keharusan memiliki surat izin dari gubernur jenderal. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron van Imhoff diadakan suatu pembaharuan sistem politik Kompeni yang tradisional yakni mengajukan adanya pemasukan koloni-koloni untuk pertanian. Pada tahun 1627 sudah banyak tempat-tempat pasar terbuka disepanjang sungai-sungai.

KOngsi dagang

VOC pun bukan sekedar Belanda, tetapi sebuah perusahaan besar yang memiliki lini usaha perdagangan rempah-rempah. Vereenigde Oostindische Compagnie Agen PAY4D Terpercaya memiliki ikatan kuat dengan wilayah yang kini bernama Indonesia. Dari sana, mereka mengambil rempah-rempah secara cuma-cuma untuk dijual kembali.

Pajak ini biasa dikenal dengan Pajak In Natura atau yang sering disebut juga sebagai Pajak Hasil Bumi, yaitu pembayaran pajak sewa tanah oleh rakyat pribumi dalam bentuk hasil bumi, yang dibayarkan kepada VOC. Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC adalah sebuah kongsi dagang Belanda yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. VOC memiliki tugas untuk memonopoli aktivitas perdagangan di Asia, khususnya di wilayah Indonesia atau Nusantara. Pada tahun 1619 Gubernur Jenderal VOC Laurens Reael digantikan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen (J.P. Coen).

Nama van Linschoten dikenal terutama dari dua tulisan perjalanannya yang diasumsikan sebagai kunci untuk ekspedisi Cornelis de Houtman ke Nusantara. Van Linschoten menyalin peta pelayaran milik Portugis yang sangat dirahasiakan, sehingga membuka jalan untuk penjelajah Inggris dan Belanda ke Kepulauan Rempah-rempah (Maluku/Nusantara). Akibatnya, pada zaman ke-17 dominasi Portugis di Nusantara melemah dan berdirilah kongsi dagang VOC di Batavia dan EIC di Bombay, India. Tujuan utama dibentuknya VOC seperti tercermin dalam perundingan 15 Januari 1602 adalah untuk “menimbulkan bencana pada musuh dan guna keamanan tanah air”. Yang dimaksud musuh saat itu adalah Portugis dan Spanyol yang pada kurun Juni 1580 s.d. Desember 1640 bergabung menjadi satu kekuasaan yang hendak merebut dominasi perdagangan di Asia.

Hal ini dianggap sangat merugikan perdagangan rempah-rempah yang sudah di monopoli oleh VOC. Akibat dari sistem tersebut, penduduk desa yang tidak memiliki tanah harus bekerja selama seventy five hari dalam setahun pada kebun-kebun pemerintah yang nantinya akan dihitung semacam pajak. Contoh yang menarik adalah waktu mantan Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menjadi jengkel saat diskusi dengan Dewan Perwakilan Belanda pada tahun 2006. Namun, setelah Balkenende mengatakan demikian memang banyak orang politisi Belanda, media Belanda, dan rakyat Belanda yang mengkritik pernyataan Balkenende itu.

Kolonialisme merupakan bentuk pengekalan imperialisme (Taufik Abdullah dan A.B. Lapian , 2012). Muara kedua paham itu adalah penjajahan dari negara yang satu terhadap daerah atau bangsa yang lain. Sistem inilah yang umumnya diterapkan bangsa-bangsa Eropa yang datang di Kepulauan Nusantara, baik Portugis, Spanyol, Inggris maupun Belanda. Sistem ekonomi dan praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa itu tidak dilepaskan dari sistem ekonomi yang berkembang di Eropa yakni sistem ekonomi merkantilisme, sejak abad ke-16.

Aset-aset VOC di Indonesia yang terbesar adalah teritorial dan bangunan-bangunan yang berada di atasnya. Untuk mengelolanya, pemerintah Belanda menjadikan bekas teritori VOC ini sebagai wilayah koloni yang disebut Hindia Belanda. Sejak itu, tahun 1800, didirikanlah pemerintah kolonial Hindia Belanda. Menurut Ong, latar belakang para pejabat VOC juga menjadi penyebab korupsi. Banyak di antara mereka berasal dari kalangan bangsawan yang “miskin” karena tidak berhak atas warisan. [newline]Berdasarkan undang-undang kebangsawanan Eropa hanya anak tertua yang sah yang berhak atas seluruh warisan orangtuanya. Mereka terbiasa hidup mewah, namun kemudian tak lagi memiliki sumber kekayaan untuk mendukung gaya hidupnya.

Dari Belanda, Nederburgh dan Frijkenius serta seorang sekretaris, baru berlayar pada tanggal 5 November 1791. Mereka naik kapal fregat De Amazone yang lebih cepat dari kapal biasa. Meski demikian, teknologi kapal yang masih terbatas itu membutuhkan waktu setengah tahun untuk melayani perjalanan dari Belanda ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan pada 2 September 1793, dan tiba di Batavia tanggal 15 November 1793 dengan sambutan meriah. Menteri Tanri Abeng mengincar perusahaan swasta yang utangnya macet di bank pemerintah.

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa, dan Perang Jawa mengakibatkan beban keuangan yang berat bagi pemerintah Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber pendapatan utama untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa di tahun 1830. Dia menekankan, untuk menghadapi perubahan cepat ini, semua elemen bangsa harus beradaptasi. “Adaptasi itu bukan hanya sekadar membeli seperti VOC membeli kapal uap. Tetapi, management harus berubah, cara penanganan juga harus berubah,” tandasnya. Hari ini, manusia dunia menghadapi situasi baru dengan peraturan lama dan merasa diperlakukan tidak adil ketika muncul anak muda yang mengusung industri baru tanpa otot.